pelatihan 2011

testing post edit…

Posted in pelatihan | Leave a comment

Pertanian di Indonesiaku

Sudah sekian lama negaraku Indonesia terkenal dengan sebutan negara agraris. Sektor pertanian yang dijadikan tumpuan kehidupan sejak zaman nenek moyang menjadi sesuatu yang teramat penting bagi negara ini. Hal ini ditunjang dengan fakta bahwa mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Dahulu negaraku dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya sendiri, bahkan juga dapat memenuhi kebutuhan masyrakat dunia, terbukti dahulu negaraku masih dapat meng-eksport hasil dari bidang pertanian kami seperti bahan makanan pokok layaknya beras ke negara lain. Hal lain yang menunjang sebagai alasan dari sebutan negara agraris adalah masih banyaknya tersedia areal subur untuk aktivitas pertanian, hampir disetiap daerah di negaraku dengan mudah kita dapat jumpai areal persawahan ataupun areal perkebunan yang masih sangata aktif melakukan aktivitas pertaninan, sehingga setiap daerah dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya sendiri.
Tapi menurutku kini julukan itu hanya tinggal legenda. Sektor pertanian hanya menjadi pelengkap bagi sistem yang kini berjalan di negaraku. Sebutan negara agraris kini sudah tak relevan lagi di sandangkan untuk negaraku. Mayoritas profesi penduduknya sekarang sudah tak berkutat di sektor pertania, jangankan untuk terjun menjadi petani, untuk sekedar mengurusi nasib pertanian saja sudah sangat jarang. Penduduk negaraku sekarang sudah sibuk dengan pekerjaanya masing-masing di bidang masing-masing pula, ada yang senang dan sibuk berkutat dengan dunia politik, keuangan dan pembangunan untuk menjadikan negaraku terdepan di era globalisasi ini. Mengenai pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakatnya kini negarakupun tidak sepenuhnya mampu, kini negaraku sudah mulai tergantung dengan hasil import dari negara lain. Ya, beras, yang dahulu kita banggakan, yang dahulu kita eksport kini beras dari hasil aktivitas pertanian kita sendiri bahkan sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat negaraku sendiri. Kini kami mau tak mau harus mengakui kami juga bergantung pada beras yang di import oleh negara lain. Alasannya dari semuanya sangatlah sederhana. Disamping sudah sangat langkanya petani hal ini juga disebabkan karena areal yang dahulu difungsikan sebagai pertanian kini sudah dialih fungsikan menjadi berbagai banguna perkantoran yang mewah, pusat perbenlanjaan, pusat rekreasi bahkan menjadi hunian mewah yang mungkin selama ini kita idam-idamkan. Mungkin dahulu dengan sanagt kita dapat menjumpai areal perswahan dan perkebunan yang menunjang aktivitas pertaninan, kini hal itu berbanding terbalik. Tidak disemua kota dan daerah kita dapat menjumpai areal-areal tersebut. Seperti contohnya di kota-kota besar seperti Jakarta yang terkenal sebagai kota metropolitan. Di jakarta sangat sulit bagi kita untuk menemui areal-areal persawahan atau pekebunan, tetapi kita dapat dengan mudah menemui gedung-gedung tinggi pencakar langit, pusat perbelanjaan mewah ataupun perumahan-perumahan elite. Gal ini menyebabkan banyak generai muda sekarang bingung jika disuruh membuat opini tentang pertanian. Karena mereka sesungguhnya tidak mengetahui jelas apa itu pertanian, bahkan boleh jadi mereka belum pernah melihat aktivitas pertaninan. Jadi relevankah sebutan negara agraris bagi negaraku sekarang?
Apapun kemajuan yang terjadi di negaraku, aku hanya berharap kami tak akan pernah lupa akan sektor pertanian, yang dahulu pernah menjadi mata pencaharian nenek moyang kami. Sektor pertanian yang dahulu pernah menjadi primadona di negri kami. Sektor pertanian yang dahulu mengharumkan nama negaraku di kancah dunia. Dan semoga aku dan generasi mudaku tahu benar bagaimana cara menghargai pertanian di negraku dan tahu benar bagaimana membangunnnya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Posted in Uncategorized | 1 Comment